Senin, 03 April 2017

Warnet sebagai medium transfer teknologi dan informasi


Warnet atau warung internet atau yang sekarang istilah kerennya lagi cyber Cafe tersebar hampir di seluruh penjuru nusantara Indonesia. kehadirannya seperti pisau dapur, bisa digunakan untuk hal baik dan hal buruk. maka dari itu eksistensinya itu di butuhkan oleh sebagian orang tapi juga di hinakan oleh sebagian yang lain.

namun dari semua dampak negatif warnet, saya pribadi lebih percaya bahwa warnet lebih banyak berdampak positif ke pada masyarakat, jika pengelolaanya dilakukan dengan baik dan benar. di era atau zaman komunikasi saat ini jika ketinggalan informasi sehari dua hari kita sudah di anggap gaptek. cepatnya laju peradaban dan teknologi di dunia memaksa semua orang untuk tanggap informasi dan salah satu cara paling mudah dan murah adalah mengakses internet di warnet.

anak-anak sekolah dapat dengan mudah mencari materi pelajaran ataupun ragam informasi inovasi dalam dunia pendidikan dan perkembangannya yang ada di seluruh penjuru negeri hanya dengan mengakses internet. bahkan mungkin saja guru-guru mereka yang menggunakan metode jadul akan jauh tertinggal jika tak segera ikut mengejar. 

para pekerja kantor para marketing, para investor dan pengusaha dan pedagang dari penjuru dunia dapat menganalisis pasar yang kira-kira dapat menguntungkan usaha mereka dari koneksi internet, dan banyak tugas-tugas lainnya banyak bisa dikerjakan di warnet, para IM (internet marketer) yang sekarang sukses mendulang jutaan dollar banyak yang berawal dari browsing di warnet. di tempat kecil itulah kadang timbul ide dan gagasan baru yang muncul dari transfer teknologi dan informasi baik dari artikel, jurnal, beritas, maupun vidio yang banyak dan kaya akan konten informasi.

warnet menjangkau hingga kepelosok negeri, di desa-desa di gang-gang sempit, warnet tidak melulu sebagai tempat hiburan (game online, vidio browsing, ataupun sosial media) dalam aktifitasnya ada anak sekolah yang mencari materi tugas, ada anak kuliahan yang sedang lembur deadline, anak kontraktor yang sedang mencari informasi bekenaan dengan bisnisnya, atau bahkan ada pengusaha walet yang sedang melihat harga pasaran sarang burung waletnya. tidak melulu tentang hiburan itu yang harus digaris bawahhi.

kemduian mengenai banyak perda yang menyudutkan warnet yang menyalahkan warnet akan banyak hal negatif nyatanya perlu di tindak dan kaji lebih dalam lagi.jangan sampai laporan satu-dua orang yang tidak suka dengan adanya warnet mengakibatkan orang lain yang membutuhkan warnet jadi susah mengakses internet. tinggal dikondisikan saja di rembuk maunya gimana misal anaknya dilarang main game silahkan dilarang dari pihak pengelolanya tinggal mengkondisikan. karena pentingnyanya arti warnet sebagai medium transfer teknologi dan informasi.

warnet jelas berbeda dengan diskotik, dan sejenis tempat hiburan malam lainnya. warnet lebih dari itu bahkan tidak bisa di bandingkan sama sekali, karena didalam warnet ada proses belajar, ada proses transefer ilmu, melatik motorik, melatih membaca dan banyak hal lainnya. hal negatif seperti tempat mesum, vidio porno dan sejenisnya semua itu semua bisa di kondisikan oleh pengelola bagaimana cara mencegahnya, misal tanpa membuat sekat pada warnet dan peraturan di warnet yang di perketan, rajin mengecek aktifitas user dan lain sebagainya.

saya sendiri merupakan pemilik warnet, dan menerapkan peraturan yang ketat untuk para pelajar yang main warnet, misal harus pakai baju bebas dilarang pakai seragam sekolah, dilarang merorkok dan ngomong kasar di dalam warnet, alhasil anak-anak yang bermain warnet akan terkontrul dan saya juga tidak capek menegur anak yang main di warnet yang saya miliki jika melakukan pelanggaran, bahkan sanksi yang terberat adalah tidak boleh lagi bermain di warnet yang saya miliki.

nyatanya dari banyak user yang main di warnet saya, banyak dari mereka yang browing untuk mengerjakan tugas sekolah dan ngeprint tugas sekolah juga dilakukan di warnet, yang tadinya tidak bisa ngetik jadi bisa ngetik, yang tadinya buta sama sekali dengan komputer jadi bisa main komputer, karena didalam warnet ada komunikasi sosial antar user warnet ada prose belajar dan proses saling mengajari antar teman, tidak ada jarak atau tingkatan diwarnet semuanya berbaur, semuanya menyatu, belajr, dan sibukan dengan pencarian informasi nya masing-masing.

sekian semoga artikel ini bermanfaat dan bisa mencerahkan pandangan anda tentang warnet.


Sendawar, 04-04-2017


eko budi santoso,S.Pd

Warnet sebagai medium transfer teknologi dan informasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ras Eko Budi Santoso

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan bijak, kami menon aktifkan kode capca agar anda nyaman berkomentar.

Tidak di perbolehkan menggunakan link aktif kalau mau iklan silahkan kontak kami, Trimakasih.