Jumat, 07 Februari 2014

Tujuh Dosa Sosial Menurut Gandhi Yang Mirip Kondisi Sosial di Indonesia bag 2

4. Pendidikan Tanpa Karakter

Pendidikan dapat didefinisikan dalam beberapa cara. Namun, mengingat tujuan hidup manusia adalah menyadari keberadaan Tuhan pada awal hidupnya akan sangat penting bahwa pendidikan didasarkan pada moralitas. Landasan ini akan mempengaruhi pembangunan karakter murni dalam setiap individu.

Pendidikan sejati membimbing menuju perkembangan karakter seseorang yang salah satu tujuannya adalah mengembangkan sisi rasional. Pendidikan bukan berarti mempersiapakan anak didik untuk dapat menghasilkan banyak uang untuk membeli kebahagiaan sejati. Semua agama memuja rasul-rasul mereka yang tidak pernah kaya harta dunia tetapi kaya moralitas, karakter, dan menjalaini kehidupan yang didedikasikan menuju kebenaran serta menyadari keberadaan sang pencipta.

5. Kenikmatan tanpa nurani

Manusia di ciptakan tidak untuk menjalani hidup sia-sia. Manusia yang merasakan kenikmatan ‘rendah’ dari fisik, mental, intelektual, dan bahkan agamanya berarti telah menjual dirinya dengan harga yang sangat murah sebab ini berarti ia juga menghianati sisi rasionalnya.

Seseorang yang merasakan menikmati ‘tinggi’ dari fisik. Mental, intelektual, dan agamanya, berarti ia telah memberikan kebaikan bagi dirinya sendiri. Bahkan, ia juga membawa dirinya menuju keseimbangan dalam pemanfaatan sumberdaya alam.

6. Ilmu pengetahuan tanpa kemanusiaan

peradaban bekembang dengan munculnya ilmu pengetahuan modern dan teknologi. Penemuan dan prestasi akan berdampak positif asalkan kita tidak mengabaikan aspek paling penting dari semua itu, yakni kemanusiaan. Kepuasan dengan kesenangan duniawi bersifat sementara. Keduanya tidak akan pernah memenuhi keinginan kekal kita, justru kita merindukan kesenangan yang lebih dan lebih lagi dari kesenangan fisik sampai kita tenggelam di dalamnya.

Seseorang harus mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kemajuan ilmu pengetahuan yang tidak searah dengan tujuan spiritualitas hanya akan membawa kehancuran. Ilmu pengetahuan dan kemanusiaan berjalan beriringan dalam membuka kesejahteraan.

7. Ibadah tanpa Pengorbanan

Dalam agama, ibadah tidak akan bernilai tanpa pengorbanan untuk melayani masyarakat, pengorbanan disini lebih didefinisikan sebagai pengabdian kepada tugas kita dan sekitar kita, semua penyakit diciptakan oleh dan terus ada melalui ketidak pedulian dan ketidaktahuan kita, yang berbentuk dalam pendidikan, agama, lembaga-lembaga politik, sosial dan komersial.

Mahatma Gandhi Melihat ancaman terbesar untuk agama bukan dari orang ateis, melainkan dari terpusatnya pandangan kita kepada dogma, fundamentalis, dan ritualis. Serta beliau juga memandang bahwa segala sesuatu dalam hidup saling berkaitan, mempengaruhi satu sama lain; keutuhan yang tidak terpisahkan sehingga tidak dapat dibagi-bagi ataupun berdiri sendiri baik itu agama, moral, politik, ekonomi, sosial, individual, maupun kolektif.

Baca Bagian 1

sumber : Prana, Wied. Gandhi Manusia Bijak Dari Timur, Jogjakarta, Garasi 2010

Tujuh Dosa Sosial Menurut Gandhi Yang Mirip Kondisi Sosial di Indonesia bag 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ras Eko Budi Santoso

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan bijak, kami menon aktifkan kode capca agar anda nyaman berkomentar.

Tidak di perbolehkan menggunakan link aktif kalau mau iklan silahkan kontak kami, Trimakasih.