Sabtu, 01 Desember 2012

Media dan Rentetan konflik bernuansa SARA

Apa kabar pembaca yang budiman, semoga kalian baik-baik saja tentunya. Sudah hampir beberapa lamanya konflik di lampung terjadi yakni konflik antar suku, yang menyebabkan korban jiwa di kedua belah pihak. Namun sekarang ini sering sekali terjadi konflik serupa di berbagai wilayah nusantara, kenapa hal ini bisa terjadi? Ada apakah sehingga rentetan konflik terus berlanjut.

Banyak sekali penyebab timbunya konflik dari kasus sepele hingga besar. Dan membesar lagi karena disngkut pautkan dengan isu SARA. Tampaknya bangsa Indonesia sedang berada di puncak kesukuan yang paling tinggi dimana perasaan sebangsa setanah air sudah mulai hilang, gesekan sedikit saja akan memicu perpecaan yang berujung konflik yang pada akhirnya merugikan dikedua belah pihak sendiri, korban jiwa merupakan kerugian yang paling mendalam tentunya.

Rentetan konflik di bulan ini sungguh merupakan satu tanda tanya besar kenapa hal ini bisa terjadi, terakhir hari jumat kemarin di Kaltim konflik antar suku kembali terjadi bahkan pasar yang ada di depan kantor polisi setempat pun ikut di bakar masa yang sudah terbakar api kebencian. Setelah saya pikir-pikir media juga berperan atau ikut andil dari semua rentetan peristiwa ini. Media terlebih media Televisi yang menayangkan berita-berita kerusuhan berupa konflik antar suku yang dalam kerusuhan konflik tesebut sering terlihat adanya aksi pembakaran, pembunuhan secara tidak manusiawi dan lain-lain teryata di ditiru oleh sebagian kelompok orang yang kurang begitu paham menyerap berita, kemudian di imitasi oleh mereka dan di praktekan secara langsung, sedikit saja pemicu maka gelora berkonflik seperti yang ada di televisi menyala.

Harapannya media khususnya media televisi atau apapu n lebih selektif memilih berita. Berita-berita khususnya berita konflik yang di dasari isu SARA harapannya dapat di filter agar konflik tidak menyebar kemana-mana. Kejadian-kejadian yang mengerikan harapannya tidak ditayangkan agar tidak dijadikan contoh oleh masyarakat awam.

Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan harapannya ebih tegas dalam mengambil sikap dalam setiap kasus perselisihan apalagi yang dilandasi isu SARA dan pihak kemanan terlebih polisi harus bertindak secara cepat dan efisien agar konflik cepat terselesaikan Polisi, Aparat desa, pomong desa dan tokoh masyarakat yang nota bene memiliki masa seharusnya menjadi panutan bersikap damai dan musyawarah, dan giat menyosialisasikan damai itu indah dan semua masalah dapat terselesaikan dalam jalur musyawarah. Dan keutuhan bangsa merupakan komponen utama ketahanan nasional.

Semoga Indonesia damai selalu.

Media dan Rentetan konflik bernuansa SARA Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ras Eko Budi Santoso

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan bijak, kami menon aktifkan kode capca agar anda nyaman berkomentar.

Tidak di perbolehkan menggunakan link aktif kalau mau iklan silahkan kontak kami, Trimakasih.