Rabu, 17 Oktober 2012

Menulis, menulis dan menulis

Senja di siang hari
Sahabat pembaca yang budiman, menulis adalah bukan sekedar menggoreskan tinta di atas kertas saja. Dengan menulis membuktikan ke eksistensian manusia sebagai mahluk beradab, kenapa begitu? Karena awal peradaban suatu kaum di lihat dari adanya sesuatu yang ditulis mereka.


Dalam kesusastraan banyak sekali bentuk tulisan yang dapat dibuat lho sahabat pembaca yang budiman, salah satu contohnya adalah puisi, sajak, pantun, cerita pendek, novel dan lain-lain. Dalam membuktikan eksistensinya seseorang bisa saja menulis dan menelurkannya dalam bentuk buku, buku adalah suatu tanda bahwa anda mampu menelurkan suatu tulisan ke khalayak ramai, entah buku itu laris dipasaran atau tidak namun setidaknya sudah pernah mencoba membuat karya paling tidak memuaskan hati, benar tidak sahabat.

Seperti yang sedang saya lakukan saya sedang melakukan transformasi dari seorang yang menulis sekedarnya saja, sekarang niat serus mengggarap penerbitan buku puisi. Yah puisi adalah salah satu betuk karya satra yang bisa saya buat, cara pembuatan puisi tergolong susah-susah gampang, tenangkan pikiranmu biarkan hatimu berbisik tentang keadaan dunia, keadaan alam, kisah cinta, dan segalahal yang hati bisikan maka tulislah, jangan di tunda-tunda nanti kamu bisa lupa apa yang hati bisik kan, saat dimanapun sediakan alat tulis untuk menulis bait demi bait, jika ada inspirasi datang. Begitu juga dengan novel dan lainnya.

Setelah tulisan dirasa cukup untuk membuat suatu buku maka mulailah menyusun buku, mulai dari cover, kata pengantar, daftar isi dan hal-hal yang diperlukan, hal ini kita lakukan seandainya kita menerbitkan buku secara indie, sedang jika kalian ingin menerbitkan di tempat penerbitan buku yang sudah bernama terkadang susah diterima hal ini bukan berati tulisan yang tidak diterima jelek lho tapi disetiap penerbit memiliki kriteria sendiri dalam penerbitan buku mereka, nah jika ingin bukumu cepat terbit terbitin secara indie saja jumlah buku yang diinginkan bisa semau kita. Misalkan saya dalam penerbitan buku “senja di siang hari” hanya bermodalkan uang satu juta sudah cukup, langkah awal jangan terlalu banyak yah kisaran 50-100 eksemplar dulu, kalau ga laku kan kita tidak terlalu rugi. Hehehe, namun sebenarnya rugi atau tidak rugi menurut saya lebih kepada kepuasan hati, jika hati ini puas meski buku tidak laku saya pikir bukan lah suatu kerugian, masih ada sahabat, keluarga, atau pacar yang bisa menghargai karya anda iyakan.

Oleh karena itu ayo kita menulis, menulis dan menulis.

Menulis, menulis dan menulis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ras Eko Budi Santoso

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan bijak, kami menon aktifkan kode capca agar anda nyaman berkomentar.

Tidak di perbolehkan menggunakan link aktif kalau mau iklan silahkan kontak kami, Trimakasih.