Selasa, 14 Februari 2012

Ciri birokrasi Indonesia dari buku Harus bisa

Saya dan buku harus bisa
tulisan Dr. Dino Patti Djalal
Sahabat berjumpa lagi dengan tulisan sederhana saya, hehehe kali ini saya akan share tentang buku yang baru saja saya baca yakni “Harus Bisa, Seni memimpin ‘ala SBY “ menarik sekali untuk dibaca dan dikaji lho sahabat. Buku tulisan Dr. Dinno Patti djalal mengubah pemikiran dan pandangan saya lebih mendalam mengenai sosok SBY yang dulu saya hanya tahu dari televise, salah satunya tentang birokrasi di Indonesia.
Dimulai dari kata pengantar yang rapi dan baik tata bahasanya dan enak sekali untuk dibaca, saya jadi terus menerus membacanya, buku ini sebetulnya bukanlah sebuah buku aoto biagraphi seorang presiden tapi lebih kepada buku menjadi pemimpin yang baik yang sesuai dengan perkembangan dan keadaan yang sedang berjalan. Berbagai mancam kendala, masalah, dan perjuangan bangsa yang di tindaklanjuti langsung oleh presiden dengan naluri dan cara mengambil keputusannya yang sangat handal, membuat saya mengerti betapa beratnya tugas seoarang presiden, terlebih presiden NKRI yang begitu komleks dengan berbagai macam bentuk manusianya, banyak sekali kritikan dan banyak hal presiden SBY pernah lalui namun tidak diindahkan, dan lebih mengutamakan rakyatnya. Halaman demi halaman saya baca hingga sampai di halaman 75 dengan judulnya “Dobrak Birokrasi” bacaan saya tertuju pada dialog presiden SBY dengan Dr. Kuntoro Mangkusubroto. Yaitu suatu hari ditahun 2005, presiden SBY memanggil Dr. Kuntoro seorang ahli manajemen yang terkenal serba bisa untuk membahas nasib pengungsi tsunami aceh. Pertanyaan tentang hal itu dijawab Dr. Kuntoro bahwa pembangunan rumah terus dipacu namun ia mengeluh msalah ‘elextrolux’

SBY : masalah apa?
Dr. Kuntoro : ada donor ingin membantu korban tsunami dengan menyumbang kompor gas elextolux. Jumlahnya seribu lebih. Kalau dihitung satu kompor gas bisa membantu puluhan keluarga, ini bisa membantu puluhan ribu orang, sebagian besar dari keseluruhan pengungsi
SBY : bagus dong. Gratis?
Dr. Kuntoro : gratis bapak presiden. Ini hibah karena mereka kasihan dengan korban yang ingin membantu. SBY : masalahnya? Dr. Kuntoro : masalahnya kompor itu sudah mandeg 9 bulan di Tanjung priok SBY (dengan nada meninggi) : kenapa?
Dr. Kuntoro : iya birokrasi pak. Barang-barang itu akhirnya ditahan dipelabuan sampai sekarang Itulah sepenggal dialog dari buku harus bisa, yah birokrasi yang ruwet di Indonesia yang sedang dibahas mereka, presiden SBY akhirnya menelfon beberapa mentri beberapa waktu kemudian barang sudah berada di tempat tujuan. Itulah penyakit bangsa kita yakni seperti kata presiden SBY penyakit bangsa kita yang paling parah adalah mentalitas kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah.

Ada satu point penting dihalaman selanjutnya tentang biokrasi di Indonesia, birokrasi bisa menjadi masalah karena beberapa hal yakni :
1. Kecenderungan untuk memelihara masalah, ketimbang menyelesaikan masalah
2. Lebatnya kepentingan pribadi dalam sistem birokrasi, yang praktis memenjarakan masalah dari solusi
3. Kecenderungan birokrat untuk cari senapatsehingga mereka cenderung lari, mengubur kepala atau mengacuhkan masalah.
4. Lemahnya inovasi. Banyak birokrat yang terjebak dalam rutinitas yang menjemukan , yang menjadikan birokran seperti robot.
5. Lemahnya sistem recruitment dan promosi,
6. Masih maraknya tipe aparat yang lebih kepada ingin dilayani dari pada melayani masyarakat, sehingga dalam setiap situasi “ saya dapat apa??”

Yah birokrasi merupakan salah satu tata cara yang paling ruwet dan bikin jengkel banyak orang di Indonesia, salah satu yang membuat bangsa ini lambat untuk maju dan selalu begitu adanya, awal dari korupsi suap dan sebagaiannya juga dari sini “ saya dapat apa??” memang birokrasi tidak hanya menjadi masalah di Indonesia saja tapi juga di negara-negara maju.

Namun berbeda dengan negara berkembang yang harus cepat berjalan dan harus bisa bergerak cepat, dalam buku ini banyak sekali hal menari lainnya yang dapat and abaca, dan mudah-mudahan setelah membaca buku ini dapat dipetik suatu yang bermanfaat dan bagi para birokrat dapat merubah kebiasaan buruk seperti diatas bukan untuk siapa-siapa tapi untuk kita sendiri bagsa Indonesia.

Ciri birokrasi Indonesia dari buku Harus bisa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ras Eko Budi Santoso

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan bijak, kami menon aktifkan kode capca agar anda nyaman berkomentar.

Tidak di perbolehkan menggunakan link aktif kalau mau iklan silahkan kontak kami, Trimakasih.