Minggu, 20 November 2011

Bidang Usaha Perternakan : Berternak Kelinci Pedaging (kelinci Lokal)

Alasan memilih berternak kelinci :

Berikut alas an mengapa saya memilih bidang usaha berternak kelinci:
1. Berternak kelinci menjanjikan untung yang besar, bisa mencapai lebih dari 100 %. Selain permintaannya yang terus meningkat dipasaran, modalnya relative kecil dan pemeliharaan hewan pengerat ini relative mudah.
2. Kelinci pada masa kini tah melulu menjadi bahan percobaan di laboraturium saja, ataupun menjadi hewan peliharaan (hewan hias). Daging kelinci merupakan santapan yang lezat yang bisa menambah gizi masyarakat kelas menengah kebawah. Selain itu pula kelinci rasanya gurih bisa diolah menjadi berbagai macam masakan.
3. Wilayah tempat tinggal saya yang masih pedesaan ( desa Bandarsari kec. Padang Ratu Lam – Teng) cocok sekali untuk menyokong kebutuhan pakan ternak kelinci, alamnya masih banyak rumput segar, dan untuk menambah zenis pakan, di desa saya juga terdapat pabrik tahu yang ampasnya bisa di jadikan tambahan pakan.

4. Kelinci khususnya kelinci lokal merupakan hewan yang bandel ataupun lumayan tahan penyakit,wilayah alam Indonesia yang beriklim tropis yang lembab sangat rentan sekali membuat suatu penyakit kepada hewan ternak.
5. Semua bagian tubuh kelinci bisa dimanfaatkan, dari kulit, bulu, kotoran, dan tentunya daging dari kelinci itu sendiri, atau kita juga bisa menjualnya hidup-hidup.
6. Untuk wilayah pemasaran, biasanyadengan memasang palakat didepan rumah “menjual kelinci” maka pembeli akan datang sendiri. Tapi jika kita ingin kepasar langsung pun bisa, kelinci laris manis bak kacang goreng, untuk jenis kelinci pedaging biasanya pembelinya adalah tukang sate kelinci, ataupun pedagang yang menggelar dagangannya menggunakan olahan daging kelinci.
7. Pengelolaan usaha atau manajemen berternak kelinci sangatlah mudah, dengan modal yang kecil. Manajemen bisa dilakukan secara rumahan hal ini lah yang sangat saya sukai, bertenak kelinci merupakan usaha sambilan tapi untung yang didapatkan bisa melampaui usaha yang asli.

Pengalaman Berternak kelinci :

Terus terang sejak menginjak bangku SD ( Sekolah Dasar) saya sudah mulai memelihara kelinci, waktu itu saya masih iseng-iseng jadi belum terlalu serius. Dan pada akhirnya kelincinya pun di potong. Kemudian setelah masuk SMP (Sekolah menengah pertama) saya mulai tertarik lagi dengan pemeliharaan kelinci, kali ini saya agak mulai serius melihat teman saya yang juga berternak kelinci, kemudian saya pun membelinya sepasang. Tahun-tahun pertama sangatlah lumayan dari yang tadinya Cuma sepasang kelinci meningkat terus namun lama-kelamaan menginjak bangku SMA(Sekolah menengah atas) saya mulai bosan, karena selain harus belajar lebih lagi saya dituntut haru masuk perguruan tinggi negri, akhirnya semua kelinci dijual, bahkan ada yang mati karena kurang perawatan. Kelinci jika dijalani secara benar-benar serus akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Karena menurut pengalaman saya induk kelinci yang siap bereproduksi akan melahirkan 4 kali dalam setahun, anak kelici yang dilahirkan antara 4 – 15 ekor kelinci, rekor induk melahirkan sampai 15 ekor sudah pernah saya dapatnkan, dengan catatan induk berkualitas prima dan penjantannya juga besar dan kuat. Perawatan juga harus ekstra. Namun dilihat dari tingkatan hidup anak kelinci rata-rata perkelahiran anak kelinci yang hidup sampai siap jual adalah 6 ekor anak kelinci.

Prospek 5 tahun kedepan.

Seperti yang saya bilang diatas, berternak kelinci merupakan bidang usaha yang sangat menjanjikan, bahkan luar biasa sangat menjanjikan untung yang sangat besar dan bertahan lama jika dijalankan dengan usaha serius dan maksimal, kenapa selain pasaran yang banyak, perawatan mudah semua bisa dimanfaatkan, bahkan kotorannya. Oke untuk lebih jelasnya silahkan lihat analis saya tentang usaha ini.

1. Biaya Produksi/tahun awal
a. Kandang dan perlengkapan : Rp 1.000.000,-
b. Indukan 20 ekor @ Rp. 30.000,- : Rp 600.000,-
c. Pejantan 3 ekor @ Rp 20.000,- : Rp 60.000,-
d. Pakan (jika beli) rumput + sayuran : Rp 1.000.000,-
e. Obat-obatan : Rp 500.000,-
f. Tenaga kerja 2×12× Rp 150.000,- : Rp 3.600.000,-
Jumlah biaya produksi/ Tahun awal : Rp 6.760.000,-

2. Pendapatan tahun awal
Catatan: dari pengalaman saya kelinci beranak 4 kali dalam setahun dan rata-rata kelahiran hidupnya samapai dewasa 6 ekor. Untuk penjualan 1 pernakan pertama dijual sebagai bibit dan 3 pernakan selanjutnya di gemukan menjadi kelinci potong/pedaging.

a. Kelinci Potong 20×3×6× Rp. 50.000,- : Rp 18.000.000,-
b. Kelinci Bibit 20×1×6× Rp. 20.000,- : Rp 2.400.000,-
c. Kotoran/fases : Rp 100.000,-
Jumlah pendapatan : Rp 20.500.000,-

Kentungan /tahun awal : Rp 13.470.000,-

Untuk pendapatan tahun berikutnya berturut-turut sampai 5 tahun kedepan bisa dibayangkan, jika biaya produksi pengadaan kandang dan perlengkapan serta pengadaan bibit maupun pejantan sudah tidak ada, dan jika induk ditambah lagi terus menerus sampai 5 tahun kedepan selain menambah keuangan pribadi juga bisa membuat lapangan usaha tentunya agar kedepannya dapat menampung pengangguran yang ada didesa sendiri. Dengan melihat keuntungan diatas tentu dalam 5 tahun kedepan keadaan usaha berternak kelinci ini insya Allah akan tambah besar, karena prospeknya yang sangat cerah luar biasa.

Hambatan-hambatan yang dihadapi 5 tahun kedepan

Sudah tentu dalam setiap usaha pasti ada manis dan pahitnya, untuk mengantisipasi berbagai ancaman, hambatan, dan gangguan yang dalam 5 tahun kedepan pasti ada.
1. Penyakit pada kelinci
Walaupun kelinci lokal lumayan bandel terhadap penyakit, namun tidak juga serta merta kelinci tersebut tidak terserang penyakit. Namun ada juga penyakit yang bisa menempel pada kelinci kita, Faktor penyebab timbulnya penyakit bisa di sebabkan beberapa hal, misalnya :

• Kelemahan dalam menjaga sanitasi kandang
• pemberian pakan berkualitas jelek,
• volume pakan kurang,
• air minum kotor atau kurang,
• kekurangan zat nutrisi (protein, vitamin, mineral),
• tertular kelinci lain yang menderitasakit,
• perubahan cuaca

Kelinci yang sakit biasanya menunjukkan gejala yang cukup mencolok. Antara lain lesu, nafsu makan hilang, mata sayu, dan suhu badan naik turun. Untuk kelinci yang sakit harus dipindahkan kekandang tersendiri (kandang karantina) agar perawatan lebih mudah dan tidak menular kelinci yang lain. contoh penyakit yang menyerang kelinci antara lain:

Kudis/ Gudiken (jawa)

penyakit ini menimbulkan gatal-gatal. Bagian tubuh yang terserang mula-mula kepala, lalu menjalar ke mata, hidung, kaki, dan kemudian seluruh tubuh. Penyebabnya kutu Sarcoptes Scabiei sehingga penyakitnya disebut scabesiosis alias kudis. Kutu betina masuk di bawah kulit dengan merusak lapisan kulit bagian atas. Kelinci terkena kudis harus disingkirkan di kandang isolasi. Bersihkan kandang yang dihuni, lalu disemprot disenfektan (obat pembasmi hama; Asuntal, Neguvan, Notick) dengan cermat. Kandang dijemur dan dibiarkan kosong minimal sampai 15 hari. Untuk penanganannya,kelinci sakit di cukur bulunya di sekitar bagian yang kudisan. Cuci lukanya dengan air hangat. Setelah bersih dan di lap kering, olesi luka dengan obat kudis, misalnya salep belerang, Caviam, atau Scabicid Cream. Pengobatan dilakukan setiap dua hari sekali.


2. Persaingan antara perternak
Melihat suatu prospek yang begitu cerah, tentu akan membuat bermacam pengusaha atau peternak kelinci baru akan bermunculan. Dan hal ini tentu akan mengurangi pasaran.

3. Modal awal yang kurang
Untuk mengembangkan kelinci yang bagus tentu modal yang digunakan harus cukup memadai, seperti uraian saya diatas. Tetapi terkadang modal tersebut belum kita punya.

4. Tenaga yang terampil
Tidak semua tenaga kerja, giat dan terampil. Untuk itu harus jangan asal pilih tenaga kerja, namun melihat kompetensinya.

Dari Berbagai sumber, dan pengalaman pribadi

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika artikel ini bermanfaat tolong komentarnya dan like page kami share juga
sekian semoga bermanfaat :)



Bidang Usaha Perternakan : Berternak Kelinci Pedaging (kelinci Lokal) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ras Eko Budi Santoso

5 komentar:

  1. Dijual kelinci pedaging dengan harga 28rb/kg (hidup). Stok yg tersedia 27 ekor kelinci. Berminat, hub : 021-94702130. Hanya melayani wilayah jakarta, bekasi, dan bogor. Trims

    BalasHapus
  2. @ amalia, ok trimakasih infonya, lain kali lok mau iklan lagi komentar dulu artikel diatas... ok :D

    BalasHapus
  3. mantap banget mas bro, sangat inspiratif, thanks

    BalasHapus
  4. top markotop gan,,,

    BalasHapus
  5. Artikel yg bagus untuk memulai bisnis kecil.
    Bisa tolong dishare nomor hp atau alamat mas Eko,
    saya mau membeli kelinci pedaging untuk usaha kuliner.
    Terimakasih atas perhatiannya.
    Salam

    BalasHapus

silahkan berkomentar dengan bijak, kami menon aktifkan kode capca agar anda nyaman berkomentar.

Tidak di perbolehkan menggunakan link aktif kalau mau iklan silahkan kontak kami, Trimakasih.