Selasa, 19 Juli 2011

Sahabat Nabi dan Nazar yang harus ditepati

sahabat, ini adalah pengalaman saya saat mendengar khutbah juma't di masjid. namun sangat menggugah nurani saya untuk lebih giat beribadah, Insya Allah. oke langsung saja ceritanya yah sahabat.

Alkisah dulu ada sahabat nabi (lupa namanya) sedang sakit parah dan tidak kunjung sembuh, berbagai macam tabib ahli kesehatan sudah didatangkan namun penyakitnya itu tidak kunjung menghilang, hari berganti - hari palahan penyakitnya palah menjadi parah, dengan emosi sang sahabat nabi pun bernazar " ya Allah jika penyakitku sembuh aku akan minum muntah anjing", tanpa menyadarinya. kemudian do'a nazarnya pun di ijabah oleh_Nya. penyakitnya pun sembuh.

teringat akan nazarnya yang sangat menjijikan dan sangat tidak mungkin dilakukan, snagsahabt pun akhirnya mendatangi rumah nabi dan bertanya " Wahai Rasulullah, saya dulu ketika sakit bernazar akan meminum munah anjing jika penyakit saya hilang, tapi saya mengucapkannya secara tidak sengaja. dan apakah saya tidak harus melakukannya?" , dan nabi pun menjawab " tidak bisa, janjimu harus ditepati apapun juga alsannya." sang sahabat pun bertanya lagi " benarkah begitu ya Rasulullah" Nabipun menjawab " iya, benar da segera laksanakan nazarmu itu". dan akhirnya sangsahabat pun berpamitan pulang guna melaksanakan nazarnya.

kemudian sahabat nabi tersebut pun mulai mengumpulkan muntah anjing di kampung-kampung hingga satu gelas. namun saat akan meminumnya diapun langsung muntah sendiri, berkali-kali dicoba meminum belum menempel dibibir, langsung muntahlah sahabat sang nabi karena begitu menjijikannya muntah anjing, di coba berkali-kali tetap tak mampulah sang sahabat menelannya walaupun seperempat tetespun.

akhirnya sangsahabat nabipun kerumah sang nabi dan meminta pertolongan " wahai Rasulullah, aku saudah mengumpulkan muntah anjing, namun aku tidak mampu meminumnya, aku selalu muntah berkali-kali. mohon kiranya Rasul menolong saya, bisakah nazar saya mengganti nazar ini" mendengar cerita sang sahabat, nabi pun tersenyum dan menjawabnya " bisa diganti, carilah rumah orang muslim yang bukan ahli ibadah dan shalatnya selalu ditinggalkan. tunggu sampai hujan datang. saat hujan datang ambilah air hujan yang menetes dari atapnya dan minum, itu sama dengan air anjing yang kau nazarkan" mendengar wejangan sang nabi sang sahabat pun gembira, beliau pun berpamitan kepada sang nabi guna menepati nazarnya.

kemudian sang sahabat pun mulai mencari rumah orang muslim yang bukan ahli ibadah dan shalatnya selalu ditinggalkan, menunggunya hingga hujan turun dan segera meminum air hujan yang menetes dari atam rumah orang tersebut.

begitulah akhir ceritah khutbah yang saya dengar sahabat, 2 hal yang menjadi inti menurut saya adalah

1. kalau berbicara haruslah hati-hati dan menggunakan akal yang bersih
2. giat beribadah dan jangan meninggalkan shalat, karena orang yang meninggalkan shalat, air hujan yang menetes dari atapnya pun sama dengan muntah anjing.

demikian sahabat, semoga dapat di ambil hikmahnya dan semoga bermanfaat. :)

Sahabat Nabi dan Nazar yang harus ditepati Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ras Eko Budi Santoso

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan bijak, kami menon aktifkan kode capca agar anda nyaman berkomentar.

Tidak di perbolehkan menggunakan link aktif kalau mau iklan silahkan kontak kami, Trimakasih.