Kamis, 17 Maret 2011

Machinarium

Developer: Amanita Design
Publisher: Amanita Design, Steam, Direc2Drive, Impulse, GamersGate
Released: October 16th, 2009

adalah game yang belum lama ini saya mainkan, agak sederhana sie.. tapi percaya atau tidak membutuhkan konsentrasi yang cukup lumayan. 2 hari saya menyelesaikan game ini.



Machinarium adalah game indie adventure yang berbasis point-and-click. No, really. Ini adalah game point and click adventure. Agak kuno memang, dimana satu layar bisa membuat kamu terpaku berjam-jam, berhari-hari bahkan berminggu-minggu, karena puzzlenya cukup membuat otak sedikit panas (dalam arti apapun). Agak mirip dengan Telltale's Sam & Max yang dulu itu, beberapa jam memainkan Machinarium akan membuat kamu berpikir "Wow, ini gameplay kuno tapi puzzlenya nggak gue kenal", ternyata game puzzle macam ini sudah sangat pesat berkembang.
Menceritakan kisah perjalanan sebuah robot kecil yang lucu, terbuang dari kota mekanik karena ketidak sengajaan. Dia harus mencari jalan pulang, menyelamatkan pacarnya serta mencegah gang robot berandal yang telah menyetting sebuah bom di atas menara. Beberapa kumpulan puzzle rumit menjadi inti dari game ini, tapi membawa ide segar dari game yang mempunyai gameplay agak kuno ini. Setelah puzzle diselesaikan, barang-barang yang di perut (ya, si robot kecil ini menelan segala barang yang dianggap akan membantu perjalanannya) segera dibuang supaya inventory nggak membludak.
Ada sedikit pengaruh dari game yang berjudul Samorost - Flash game yang diciptakan sebelum machinarium oleh Jakub Dvorsky. Kadang-kadang puzzle bisa membawa kita ke beberapa screen sebelum atau setelahnya, tujuannya mungkin menyegarkan kembali ingatan kita saat telah atau akan melewati level itu, dan awalnya nggak makan waktu lama untuk memecahkan sebuah puzzle yang disediakan.
Menguji naluri kita seraya menempatkan kita menjadi si robot lucu itu. "Apa lagi selanjutnya?" itu yang akan selalu ada dalam pikiran kita. Percaya saya, waktu sehari, bahkan seminggu belum tentu cukup untuk melewati satu puzzle yang notabene agak musingin seiring petualangan berjalan. Malah, kadang kita terhenti pada sebuah puzzle dan jadi kepikiran terus, membuat kita ingin memainkan lagi dan lagi.
Nggak seperti game point-and-clickers lain, dimana kamu bisa meletakkan pointer mouse diatas object apapun untuk mengetahui bisa atau tidaknya object itu diakses, Machinarium hanya membuat kamu bergelut dengan apa yang ada dalam jangkauanmu. Untungnya, robot kita agak fleksibel, bisa di panjang pendekkan untuk menjangkau object tertentu. Eksplorasi tempat adalah harus, meyakinkan semua object pendukung telah kita dapatkan melalui kombinasi yang unik. Karena jika tidak, mustahil sebuah level bisa terlewatkan.

Dan untungnya lagi, ada dua buah hint yang tersedia. Pilihan pertama - sebuah icon bohlam - yang memberi petunjuk dasar apa yang harus kamu lakukan. Cuma image baloon tanpa penjelasan text sedikitpun, menarik bukan?
Kalau itu belum cukup, kamu bisa akses walkthrough book, yang akan menjelaskan langkah-langkah yang harus kamu lakukan melalui cerita seperti komik. Untuk memperoleh informasi dalam walkthrough book, kamu harus memainkan sebuah mini game terlebih dahulu. No pain no gain, right? Membuat kamu berpikir dua kali untuk mendapat jawaban yang mudah, karena mini gamenya agak ngeselin. Saya hanya beberapa kali memainkan mini game tersebut.
Saran saya, jangan terlalu bergantung pada walkthrough book. Coba semaksimal mungkin. Jika mentok, maka tidak ada jalan lain.
Secara visual, saya sedikit nggak percaya pada awalnya kalau ini adalah sebuah game flash, karena grafisnya sangat menakjubkan. Bahkan hampir bisa mengalahkan game lain yang mempunyai engine tersendiri. Goresan garis dan kombinasi warnanya sangat klop. Menghadirkan suasana suram setela mekanik city diambil alih oleh gang robot berandal. Itu juga yang akan membuat anda terpaku sesaat sebelum memainkan game ini hanya untuk memandangi background dan design karakter yang sangat-sangat unik.
Soundtrack yang ditampilkan juga tidak kalah hebatnya. Lagunya tidak membosankan, malah justru menyegarkan dan bisa memancing kita ikut bernyanyi mengikuti irama instrument dari sountrack tiap level. Dan yang menakjubkannya lagi, sound effectnya 3D! benda yang terjatuh di sisi kiri akan terdengar di speaker kiri, begitu sebaliknya. Sangat luar biasa untuk ukuran flash game.

Overall, secara audio visual, Machinarium berada sedikit di bawah World Of Goo yang fenomenal. Jika kamu penggila game puzzle dan ingin mencoba kombinasi adventure, atau sebaliknya.

Machinarium Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ras Eko Budi Santoso

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan bijak, kami menon aktifkan kode capca agar anda nyaman berkomentar.

Tidak di perbolehkan menggunakan link aktif kalau mau iklan silahkan kontak kami, Trimakasih.